aizmer.com merupakan blog informasi terkini semoga kalian bisa mendapatkan informasi menarik dari blog ini.

Sabtu, 25 Januari 2020

Pentingnya Surat Perjanjian Kontrak dalam Proses Sewa - Menyewa


Sering kali surat perjanjian kontrak disepelekan bahkan ditiadakan. Yang penting kedua belah pihak telah sepaham dan saling percaya. Tapi tahukah Anda surat perjanjian kontrak sangat penting keberadaannya? Surat perjanjian itu sendiri berperan sebagai dasar ikatan hukum dan perlindungan antar kedua belah pihak.

Dari banyaknya jenis surat perjanjian kontrak, surat perjanjian kontrak sewa bangunan terutama rumah sangat jarang dibuat. Alasannya beragam, mulai dari ribet, malas hingga kurangnya pemahaman bagaimana pentingnya surat kontrak. Padahal untuk meyakinkan proses sewa – menyewa surat ini sangat krusial. Agar anda punya gambaran, berikut proses dan contoh surat perjanjian kontrak :

Pentingnya Surat Perjanjian Kontrak dalam Proses Sewa - Menyewa

Hal yang Harus Ada di Dalam Surat Perjanjian Kontrak
Di dalam surat perjanjian kontrak harus meliputi beberapa poin penting. Pastikan pula saat penandatanganan surat perjanjian kontrak harus ada saksi di tempat penandatanganan. Berikut adalah poin yang harus termaktub di dalam surat perjanjian kontrak :

1. Identitas Kedua Belah Pihak yang Terikat Perjanjian
Data identitas baik pihak yang menyewa suatu bangunan ataupun pihak yang menyewakan bangunan harus dinyatakan dengan jelas di dalam surat perjanjian kontrak. Identitas yang harus ada di dalam surat perjanjian kontrak meliputi kartu keluarga (KK), foto orang tersebut, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP). Seluruh identitas harus sesuai dengan dokumen yang dimiliki.

2. Pasal Terkait Perjanjian Kontrak
Di dalam surat perjanjian kontrak akan termaktub beberapa pasal terkait perjanjian kontrak sewa-menyewa. Pasal-pasal ini harus dijabarkan secara detail di dalam surat hingga dapat dipahami oleh mereka yang membacanya. Jelaskan mengenai hak dan kewajiban apa saja yang dimiliki masing-masing pihak.

3. Sanksi Jika Ada
Apabila Anda memiliki sanksi yang akan diberikan kepada kedua belah pihak apabila tidak melaksanakan kewajiban, maka sanksi tersebut harus dideskripsikan dengan jelas di surat perjanjian kontrak. Sanksi biasanya terkait dengan hukuman apabila penyewa tidak membayar tepat pada waktunya. Sanksi harus menjelaskan berapa lama tenggang waktu penyewa yang telat membayar.

4. Perjanjian dengan Materai
Keberadaan materai sangat penting untuk menunjukkan bahwa surat perjanjian kontrak memiliki kedudukan di depan hukum. Tanda tangan harus dilakukan di atas materai.

Cara Membuat Surat Perjanjian Kontrak
Cara membuatnya relatif mudah. Jika anda pihak pertama yang menawarkan sewa, Anda cukup membuat surat yang mencantumkan identitas penyewa. Lalu ketika disepakati bubuhi surat dengan tanda tangan di atas materai. Mudah bukan? Agar lebih mudah dipahami berikut contoh surat perjanjian kontrak :

SURAT PERJANJIAN KONTRAK RUMAH
Yang bertanda tangan di bawah ini sebagai pihak pertama atau pemilik rumah:
Nama               : Adinda Fatyu Nisa
Nomer KTP     : 3201988830005
Alamat             : Jl. Banda, No.31 Rt 01/11, 40624. Bandung
Pekerjaan         : Banker
Telepon            : 082124938186
Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua atau penyewa rumah :
Nama               : Raka Gusti P
Nomer KTP     : 7629000283771
Alamat             : Jl. Aceh Rt 07/01, 58772. Lampung
Pekerjaan         : Freelancer
Telepon            : 0831882999181
Surat perjanjian ini dibuat dengan ketentuan yang diatur dalam 10 (sepuluh) pasal berikut ini:
Pasal. 1
Rumah dengan alamat ………. milik Pihak pertama, dikontrakkan kepada pihak kedua terhitung mulai tanggal …….. sampai dengan …….. Pihak kedua telah membayar 70% kepada pihak pertama sebesar : Rp. …… ( ….. Rupiah ) untuk masa kontrak 3 ( Tiga Tahun).
Pasal. 2
Pihak kedua berkewajiban untuk memelihara bangunan sebaik-baiknya, segala kerusakan yang timbul selama perjanjian ini, menjadi kewajiban pihak kedua untuk segala perbaikannya, menggantinya dengan biaya sepenuhnya tanggung jawab pihak kedua.
Pasal. 3
Segala bentuk kewajiban yang harus dipenuhi terhadap rumah tersebut, menjadi tugas dan kewajiban pihak kedua, seperti kewajiban membayar listrik, keamanan, kebersihan dan yang lain-lain selama masa kontrak berlaku.
Pasal. 4
Apabila kewajiban di
atas yang dimaksud dalam pasal. 3 dilalaikan oleh pihak kedua, berakibat adanya sanksi atas fasilitas yang ada, maka pihak kedua harus menyelesaikan sampai pulih seperti keadaan sebelum dikontrakan paling lambat 30 hari sebelum kontrak berakhir.
Pasal. 5
Khusus untuk pembayaran listrik, pihak kedua akan tetap membayar rekening listrik satu bulan terakhir dan rekening listrik akan diserahkan kepada pihak pertama setelah lunas dibayar sebagai arsip.
Pasal. 6
Pihak kedua bersedia untuk tidak melakukan perubahan berupa penambahan atau pengurangan pada bangunan atau memindah sewakan kepada pihak lain, kecuali jika sudah ada izin tertulis dari pihak pertama.
Pasal. 7
Pihak kedua bersedia menggunakan rumah tersebut sebagaimana mestinya sebagai tempat tinggal dan tidak melakukan kegiatan / aktivitas yang bertentangan dengan Undang–undang/ Ketentuan-ketentuan Hukum Negara / Hukum Agama yang berlaku selama tinggal di
rumah tersebut.
Pasal. 8
Pihak kedua berkewajiban untuk menyerahkan rumah beserta isinya kepada pihak pertama dalam keadaan kosong dari seluruh penghuninya, terawat, dan bersih apabila masa kontrak telah berakhir.
Pasal. 9
Untuk perpanjangan kontrak, pihak kedua harus memberi tahukan kepada pihak pertama satu bulan sebelum masa berlakunya habis dan akan dibuatkan perjanjian baru sebagai pengganti perjanjian ini.
Pasal. 10
Pihak kedua harus memberitahukan maksimal 2 minggu sebelumnya kepada pihak pertama untuk perihal pemberhentian kontrak sebelum masa kontrak berakhir. Dalam pemutusan kontrak sebelum habis masa berlakunya sesuai dalam Pasal. 1 (Satu) maka pihak pertama tidak mengembalikan sisa uang kontrakan, dan pihak kedua tidak menuntut pihak pertama.
Penutup
Demikianlah surat perjanjian kontrak atas rumah milik Bapak Amir Komarudin, yang ditulis dengan sebenarnya tanpa paksaan dari pihak manapun.
Dibuat di : Bandung
Tanggal   : 15 April 2016
Pihak Pertama                                                                                                                  Pihak Kedua
(Adinda Fatyu Nisa)                                                                                                        (Raka Gusti P)

Saksi – saksi
(Fahmi Fuzan)
Itu tadi pemaparan terkait surat perjanjian kontrak. Proses pembuatannya mudah bukan? Jangan lupa untuk selalu menyertakan surat sepemahaman dalam melakukan kontrak agar tidak timbul masalah berarti kedepannya. Selamat mencoba.
Share: